CIMB Niaga Luncurkan Agen AI untuk Tingkatkan Layanan Nasabah
CIMB Niaga luncurkan agen AI bersama Google Cloud dan Artefact untuk meningkatkan layanan nasabah dan operasional perbankan.
Kolaborasi CIMB Niaga, Google Cloud, dan Artefact menghadirkan agen AI untuk layanan perbankan.
INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk menjalin kolaborasi dengan Google Cloud dan Artefact untuk menghadirkan agen AI yang dirancang guna meningkatkan pengalaman perbankan nasabah. Inisiatif ini difokuskan pada penguatan layanan internal, mulai dari pengelolaan kekayaan hingga operasional contact center, dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan berbasis platform Vertex AI.
Agen AI yang dikembangkan merupakan hasil sinergi antara CIMB Niaga AI Center of Excellence (CoE) dan Artefact, dengan dukungan teknologi enterprise AI dari Google Cloud. Solusi ini bertujuan memperkuat kemampuan karyawan dalam memberikan layanan yang lebih personal dan responsif kepada nasabah.
"Dengan menggabungkan kapabilitas perbankan kami, enterprise AI dari Google Cloud, serta keahlian konsultasi teknis dari Artefact, kami membekali tim kami dengan tools yang memungkinkan mereka memahami kebutuhan setiap nasabah yang unik dalam jangka Panjang," ujar Billie Setiawan, Head of Data Analytics and AI CIMB Niaga, dalam siaran pers, dikutip Jumat (17/4).
Menurutnya, kolaborasi ini menghadirkan implementasi nyata dari pemanfaatan AI dalam operasional perbankan. Selain mendukung produktivitas karyawan, solusi ini juga diarahkan untuk menghasilkan dampak bisnis yang terukur serta memperkuat pendekatan layanan yang berpusat pada kebutuhan nasabah.
Dalam implementasinya, CIMB Niaga menghadirkan dua jenis agen AI utama. Pertama adalah Relationship Manager AI Agent yang difokuskan pada layanan pengelolaan kekayaan. Agen ini dirancang untuk membantu karyawan dalam mengolah data pasar, termasuk sentimen harian dan tren keuangan, menjadi insight yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan investasi.
Agen ini juga mengaitkan data tersebut dengan kebutuhan dan tahapan kehidupan nasabah, seperti perencanaan pembelian rumah atau penyusunan strategi pensiun. Dengan pendekatan ini, layanan pengelolaan keuangan yang sebelumnya bersifat umum dapat disesuaikan menjadi lebih spesifik sesuai profil nasabah.
Selain itu, CIMB Niaga juga mengimplementasikan Contact Center AI Agent untuk mendukung operasional layanan pelanggan. Agen ini berfungsi sebagai pendamping real-time bagi karyawan saat berinteraksi dengan nasabah. Sistem ini secara proaktif menampilkan informasi terkait prosedur maupun produk yang relevan, sehingga mempercepat proses penanganan pertanyaan, termasuk yang bersifat kompleks.
Agen AI tersebut terintegrasi dengan sistem manajemen pengetahuan internal bank, sehingga mengurangi kebutuhan pencarian informasi secara manual. Selain meningkatkan kecepatan dan akurasi layanan, sistem ini juga mampu mengidentifikasi pola interaksi berbasis data sebagai bagian dari pengembangan layanan berkelanjutan.
Untuk mendukung kinerja agen AI, CIMB Niaga bersama Artefact membangun sistem manajemen pengetahuan terpusat yang berbasis teknologi data-to-AI. Sistem ini memanfaatkan layanan basis data terkelola dari Google Cloud dan dirancang untuk memastikan informasi yang digunakan bersumber dari data internal yang aman dan terverifikasi.
Berbeda dengan sistem AI yang mengandalkan data publik, solusi ini menggunakan repositori internal sebagai sumber utama. Hal ini memungkinkan karyawan mengakses informasi yang konsisten dan relevan dalam satu sistem terpadu.
Teknologi semantic search yang terintegrasi juga memungkinkan interaksi berbasis percakapan, sehingga karyawan dapat memperoleh jawaban yang sesuai konteks secara cepat. Sistem ini dirancang untuk memahami maksud pertanyaan pengguna dan menyajikan informasi yang relevan dari kebijakan internal maupun dokumentasi produk secara real-time.
Seluruh infrastruktur sistem ini dikelola di Google Cloud Jakarta cloud region untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi lokal terkait data dan privasi.
“Sebagai mitra Google Cloud dengan pengalaman luas dalam mendukung industri yang teregulasi di Indonesia dan negara lainnya, kami telah membangun fondasi data-to-AI yang tangguh untuk mendukung CIMB Niaga dalam jangka panjang,” ujar Michael McGauran, Partner, Artefact.
Artefact juga mengembangkan pipeline otomatis yang dapat digunakan kembali untuk mengelola proses pengolahan dokumen serta workflow berbasis agen. Pendekatan ini memungkinkan performa sistem tetap terjaga sekaligus mendukung pengembangan berbagai use case AI secara lebih efisien.
“Transformasi AI di sektor perbankan bukan sekadar mengadopsi solusi yang terpisah-pisah, melainkan mengimplementasikan strategi platform terpadu yang memungkinkan setiap karyawan mengakses tools dan insight sesuai perannya, tepat pada saat dibutuhkan,” ujar Mark Micallef, Managing Director, Southeast Asia, Google Cloud.
Dengan dukungan teknologi tersebut, CIMB Niaga memanfaatkan agen AI untuk mengintegrasikan pengetahuan internal ke dalam operasional layanan, baik melalui aplikasi digital maupun interaksi langsung di cabang.


