Akuisisi Farmaku Dorong Ekspansi Viva Apotek
Akuisisi Farmaku oleh Viva Apotek mempercepat ekspansi jaringan dan efisiensi operasional di industri ritel farmasi nasional.
Viva Apotek memperluas jaringan gerai melalui akuisisi Farmaku untuk memperkuat ekspansi bisnis.
INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Sumber Hidup Sehat (Viva Apotek) resmi mengakuisisi 100 persen saham jaringan apotek Farmaku sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi di industri ritel farmasi nasional. Langkah akuisisi ini diarahkan untuk memperluas jaringan gerai sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Direktur Utama Viva Apotek, Haryanto Winata, menyampaikan bahwa aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mempercepat ekspansi dan mengoptimalkan integrasi bisnis. “Akuisisi Farmaku menjadi langkah strategis untuk memperkuat jaringan VIVA Apotek serta mendorong efisiensi operasional melalui integrasi distribusi dan teknologi. Kami melihat potensi sinergi yang kuat untuk mempercepat ekspansi dan memperluas akses layanan farmasi modern bagi masyarakat,” ujarnya..
Melalui akuisisi Farmaku, Viva Apotek juga menargetkan peningkatan efisiensi melalui integrasi sistem distribusi dan pengadaan. Selain itu, perusahaan berupaya memperkuat penetrasi pasar, khususnya pada segmen menengah ke atas (middle-up) yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan di sektor ritel kesehatan.
Sejumlah potensi sinergi turut dibidik dalam proses integrasi ini. Di antaranya percepatan ekspansi jaringan gerai, optimalisasi sistem distribusi, peningkatan peluang cross-selling produk kesehatan, serta efisiensi operasional yang diperoleh dari skala ekonomi. Strategi ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan di tengah persaingan industri ritel farmasi.
Direktur Utama Farmaku, Iswandi Simardjo, menyambut positif langkah akuisisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa bergabungnya Farmaku dengan Viva Apotek membuka peluang pengembangan bisnis yang lebih luas. “Menjadi bagian dari VIVA Apotek merupakan tonggak strategis bagi Farmaku. Perpaduan inovasi teknologi dan layanan digital Farmaku dengan kekuatan infrastruktur ritel VIVA Apotek akan menciptakan ekosistem omnichannel kesehatan yang terintegrasi dan mudah diakses masyarakat,” katanya.
Dari sisi operasional, hingga akhir 2025 Viva Apotek telah mengoperasikan 115 gerai yang tersebar di 44 kota dan kabupaten di Indonesia. Dengan akuisisi Farmaku, jumlah gerai meningkat menjadi 125 unit di wilayah yang sama. Penambahan jaringan ini menjadi bagian dari strategi ekspansi perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan kepada konsumen.
Ke depan, Viva Apotek juga berencana memperkuat strategi omnichannel melalui integrasi antara toko fisik dan platform digital. Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah pemanfaatan layanan WhatsApp Commerce, yang memungkinkan pelanggan terhubung dengan jaringan apotek secara real-time. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kemudahan akses layanan sekaligus memperkuat pengalaman pelanggan.
Sebagai informasi, Farmaku saat ini mengoperasikan 10 gerai apotek dengan nilai penjualan tahunan sekitar Rp110 miliar. Dengan akuisisi Farmaku, Viva Apotek memperkuat langkah ekspansi sekaligus mengintegrasikan kapabilitas digital dan jaringan ritel dalam satu ekosistem layanan kesehatan.


