Jum'at, 19 Juni 2026

Follow us:

infobrand

Amar Bank Catat Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tebar Dividen Rp110,1 Miliar

Amar Bank Catat Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tebar Dividen Rp110,1 Miliar Paparan public Amar Bank.

INFOBRAND.ID - PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) kembali menunjukkan performa bisnis yang impresif pada kuartal I 2026. Bank digital yang fokus melayani segmen ritel dan UMKM ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp71,12 miliar, menjadi capaian laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Kinerja positif tersebut turut menjadi dasar perseroan untuk kembali membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik yang digelar di Jakarta pada 18 Juni 2026, Amar Bank menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp110,1 miliar atau setara Rp6,11 per saham sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kepercayaan pemegang saham.

Pertumbuhan laba Amar Bank ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit bruto yang tumbuh signifikan sebesar 30,62% secara tahunan (YoY) menjadi Rp4,16 triliun. Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional dan menjadi indikator kuat atas tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang ditawarkan perseroan.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1 - 2026

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, total aset Amar Bank juga meningkat 34,72% YoY menjadi Rp6,93 triliun, mencerminkan ekspansi bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menghadirkan solusi keuangan digital yang aman, mudah diakses, dan relevan bagi masyarakat, khususnya segmen ritel dan UMKM.

“Pertumbuhan kredit yang melampaui rata-rata industri menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital yang kami hadirkan. Ke depan, kami akan terus berinovasi untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperluas dampak positif bagi inklusi keuangan di Indonesia,” ujarnya.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 2 -2026

Selain pertumbuhan kredit, Amar Bank juga mencatat peningkatan pendapatan yang solid. Pendapatan operasional naik 13,82% YoY menjadi Rp527,76 miliar, sementara pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) meningkat 15,58% YoY menjadi Rp370,20 miliar.

Pencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan strategi perusahaan dalam memperluas pangsa pasar pada segmen dengan potensi imbal hasil tinggi (high-yielding segment), sekaligus memperkuat model bisnis yang scalable dan berkelanjutan.

Menariknya, pertumbuhan bisnis yang agresif tetap diimbangi dengan pengelolaan risiko yang disiplin. Hal ini terlihat dari rasio kredit bermasalah (NPL Net) yang turun menjadi 0,86%, lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 1,48%.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3 - 2026

Sementara itu, Senior Vice President Finance Amar Bank, David Wirawan, menegaskan bahwa pencapaian laba tertinggi sepanjang masa tersebut juga didukung oleh efisiensi operasional dan pengelolaan modal yang kuat.

“Rasio kecukupan modal (CAR) kami berada di level 99,17%, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 115,46% YoY. Kondisi ini memberikan fondasi yang kuat untuk menjaga pertumbuhan laba secara sehat sekaligus mendukung pembagian dividen yang berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam paparan publiknya, Amar Bank mengungkapkan sejumlah strategi utama untuk menjaga momentum pertumbuhan sepanjang 2026. Fokus perusahaan diarahkan pada penguatan inovasi teknologi, pengembangan layanan embedded banking, serta perluasan dukungan terhadap sektor-sektor potensial, termasuk industri kreatif.

Hingga kuartal I 2026, platform pinjaman digital Tunaiku telah mencatatkan akumulasi penyaluran pembiayaan lebih dari Rp19 triliun sejak 2014 dan menjangkau lebih dari 500.000 pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

Di sisi lain, strategi embedded banking berbasis kemitraan B2B2C terus menjadi motor akuisisi nasabah baru. Melalui model ini, produk dan layanan perbankan Amar Bank dapat terintegrasi secara langsung ke dalam platform digital mitra tanpa memerlukan perpindahan aplikasi (zero friction experience).

Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane, menjelaskan bahwa pendekatan embedded banking telah memberikan hasil yang positif, termasuk melalui kolaborasi dengan berbagai platform digital seperti MyMRTJ.

“Solusi embedded banking yang kami kembangkan telah membantu menghadirkan hingga 10.000 nasabah baru dengan tingkat pengguna aktif mencapai 41,09%. Dengan dukungan infrastruktur berbasis cloud dan kecerdasan buatan (AI), kami akan terus memperluas layanan ke sektor e-commerce, logistik, ride-hailing, fintech, hingga industri kreatif,” ungkap Kevin.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi ke sektor ekonomi kreatif, Amar Bank juga menunjukkan komitmennya melalui dukungan terhadap industri perfilman nasional. Perseroan tercatat menjadi sponsor utama dalam ajang JAFF Market tahun lalu, salah satu forum industri film paling bergengsi di Indonesia.

Langkah ini menegaskan peran Amar Bank tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan digital, tetapi juga sebagai mitra strategis yang mendukung pertumbuhan pelaku industri kreatif lokal agar semakin kompetitif dan mampu memperluas penetrasi pasar domestik.

Dengan kinerja yang terus bertumbuh, kualitas aset yang terjaga, serta strategi inovasi yang berkelanjutan, Amar Bank optimistis dapat mempertahankan momentum positif sepanjang 2026 sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mendorong inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.


Tag: -

Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV