Jum'at, 19 Juni 2026

Follow us:

infobrand

20 Tahun IRN, Indofood Perkuat Ekosistem Riset Pangan Berkelanjutan

IRN Indofood memasuki usia 20 tahun dengan mendanai lebih dari 1.100 riset mahasiswa untuk mendukung inovasi pangan berkelanjutan.

20 Tahun IRN, Indofood Perkuat Ekosistem Riset Pangan Berkelanjutan Program IRN Indofood selama 20 tahun mendukung riset mahasiswa untuk pengembangan inovasi pangan berbasis potensi lokal.

INFOBRAND.ID, Jakarta – Program Indofood Riset Nugraha (IRN) memasuki usia ke-20 pada tahun ini. Selama dua dekade penyelenggaraannya, program bantuan riset bagi mahasiswa S1 yang diinisiasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk tersebut telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 riset mahasiswa dari lebih dari 200 universitas dan perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

IRN pertama kali diluncurkan pada 2006 sebagai kelanjutan dari program Bogasari Nugraha yang diprakarsai Bogasari Flour Mills pada 1998. Program ini berfokus pada pengembangan riset pangan berbasis potensi dan kearifan lokal.

Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana, mengatakan IRN merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung lahirnya generasi peneliti pangan di Indonesia.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1 - 2026

“Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional, kami berharap IRN dapat terus membangkitkan semangat peneliti muda Indonesia menjadi scientific-preneur yang inovatif, yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa, khususnya dalam mengembangkan potensi pangan lokal menjadi solusi dan peluang usaha yang berdampak,” ujarnya.

Selain memberikan bantuan dana penelitian, program IRN juga melibatkan tim pakar lintas disiplin ilmu dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para pakar berasal dari bidang teknologi pangan, sosial ekonomi, pertanian, peternakan, gizi dan kesehatan, perikanan dan kelautan, genetika dan bioteknologi molekuler, hingga praktisi industri.

Keterlibatan tim pakar dilakukan mulai dari proses seleksi proposal, pendampingan penelitian, hingga penilaian hasil riset mahasiswa. Peserta IRN juga mendapatkan pelatihan soft skill untuk mendukung pengembangan karakter peneliti muda.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 2 -2026

Menurut Stefanus, kolaborasi antara industri dan akademisi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem riset yang berkelanjutan. “Indofood memandang kolaborasi dengan dunia akademik sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem riset yang kredibel dan berkelanjutan,” jelasnya.

Selama 20 tahun pelaksanaannya, IRN konsisten mengangkat tema penelitian yang relevan dengan pengembangan pangan nasional. Salah satu tema yang diangkat adalah “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal”, yang dinilai sejalan dengan besarnya potensi sumber daya pangan Indonesia.

Guru Besar IPB sekaligus Ketua Tim Pakar IRN, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, menyampaikan Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal dan pangan fungsional yang besar dan masih dapat terus dikembangkan melalui inovasi berbasis riset.

“Sehingga, riset tidak berhenti di laboratorium melainkan diimplementasikan agar bermanfaat sebagai solusi pangan di masa depan,” tegas Prof. Purwiyatno.

Program IRN juga membangun jejaring alumni lintas generasi dan daerah yang kini berkiprah di berbagai bidang, mulai dari peneliti, akademisi, profesional, entrepreneur, hingga penggerak inovasi pangan.

Prof. Dr. Fenny Martha Dwivany, alumni IRN angkatan 2004 yang kini menjadi Guru Besar ITB dan peneliti, menyebut program tersebut berperan dalam membentuk pola pikir kritis. Sementara itu, alumni IRN angkatan 2017, Mariska Priscilla, yang kini bergabung dalam tim R&D Indofood, menilai pendampingan bersama tim pakar selama program berlangsung membantu membangun pola pikir yang lebih solutif, sehingga riset tidak hanya dipandang sebagai teori, tetapi juga solusi yang relevan bagi industri dan masyarakat.

Kiprah alumni IRN juga berkembang hingga luar negeri. Salah satunya Ratu Salsabila Astrakusuma, alumni IRN angkatan 2023 yang kini melanjutkan aktivitasnya sebagai scientific research enthusiast di Lille, Prancis.

“IRN memberikan fondasi keberanian bagi saya untuk mengembangkan berbagai potensi pangan menjadi peluang inovasi yang berdaya saing”, ujar Ratu.

Pada tahun ini, IRN kembali membuka program dukungan penelitian bagi mahasiswa S1 di seluruh Indonesia. Rangkaian IRN 2026–2027 akan dimulai dengan kegiatan sosialisasi ke berbagai universitas dan perguruan tinggi pada Juni 2026. Pendaftaran dibuka hingga akhir Agustus 2026, dilanjutkan proses seleksi oleh tim pakar IRN.

Pengumuman penerima dana riset dijadwalkan pada pertengahan September 2026. Program kemudian akan ditutup melalui signing ceremony IRN 2026–2027 dan pelaksanaan Simposium Pangan Nasional IRN pada Oktober 2026 sebagai wadah apresiasi dan ruang diskusi terkait inovasi pangan untuk masa depan Indonesia.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV