Selasa, 08 September 2026

Follow us:

infobrand

Laba BCA Digital Melonjak 53,13%, blu Cetak Rp129,59 Miliar di Semester I 2026

Laba BCA Digital Melonjak 53,13%, blu Cetak Rp129,59 Miliar di Semester I 2026 Dok. Foto : Istimewa

INFOBRAND.ID – PT Bank Digital BCA mencatatkan kinerja positif sepanjang paruh pertama 2026. Bank yang menghadirkan layanan perbankan digital melalui blu by BCA Digital tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp129,59 miliar pada semester I 2026.

Perolehan tersebut meningkat 53,13% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dibandingkan semester I 2025 yang mencatat laba bersih sekitar Rp84,62 miliar. Pertumbuhan ini memperlihatkan semakin kuatnya kemampuan BCA Digital dalam membangun bisnis bank digital yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan pengguna, tetapi juga profitabilitas.

Kenaikan laba BCA Digital terutama didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih. Hingga akhir Juni 2026, pendapatan bunga bersih perusahaan mencapai Rp704,50 miliar atau meningkat 10,92% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain pendapatan berbasis bunga, sumber pendapatan lainnya juga menunjukkan perkembangan positif.

Pendapatan komisi BCA Digital tumbuh 25,74% menjadi Rp59,54 miliar dari sebelumnya Rp47,35 miliar. Sementara pendapatan lainnya meningkat sekitar 25,28% menjadi Rp42,90 miliar.

Efisiensi Operasional Ikut Membaik

Pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat turut berdampak terhadap profitabilitas operasional BCA Digital.

Pada semester I 2026, laba operasional perusahaan tercatat mencapai Rp165,71 miliar. Angka tersebut meningkat 55,52% dibandingkan Rp106,55 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, beban operasional lainnya hanya meningkat sekitar 1,93% menjadi Rp538,78 miliar. Kondisi ini membuat rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional atau BOPO membaik dari 88,29% pada semester I 2025 menjadi 83,94% pada semester I 2026.

Penurunan BOPO menjadi salah satu indikator bahwa pertumbuhan pendapatan BCA Digital mulai diikuti pengelolaan biaya yang semakin efisien.

Meski demikian, terdapat beberapa komponen biaya yang meningkat. Beban tenaga kerja, misalnya, bertambah 12,35% menjadi Rp104,22 miliar, sedangkan beban lainnya naik 19,48% menjadi Rp253,29 miliar.

Aset BCA Digital Tembus Rp20,81 Triliun

Tidak hanya dari sisi laba, skala bisnis BCA Digital juga terus berkembang.

Total aset perusahaan hingga Juni 2026 tercatat sebesar Rp20,81 triliun, tumbuh 16,90% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, kredit yang telah disalurkan mencapai Rp8,99 triliun atau meningkat 3,31% YoY dari sekitar Rp8,70 triliun pada semester I 2025.

Pertumbuhan yang lebih tinggi terlihat dari sisi penghimpunan dana masyarakat. Dana pihak ketiga atau DPK BCA Digital mencapai Rp15,78 triliun, tumbuh 20,20% dari Rp13,12 triliun pada Juni 2025.

Salah satu pertumbuhan paling signifikan terjadi pada simpanan giro. Nilainya melonjak dari sekitar Rp42,76 miliar menjadi Rp191,88 miliar atau meningkat 348,74% secara tahunan.

Kenaikan DPK yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit memberikan gambaran bahwa basis pendanaan BCA Digital terus bertambah seiring berkembangnya bisnis dan penetrasi blu di pasar perbankan digital.

Kualitas Kredit Tetap Terjaga

Di tengah peningkatan skala bisnis, BCA Digital juga mampu menjaga kualitas kredit.

Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 0,94%, relatif stabil dibandingkan 0,95% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara NPL net membaik menjadi hanya 0,15%, turun dari 0,22% pada semester I 2025.

Dari sisi permodalan, rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) BCA Digital berada di level 34,45%. Meskipun lebih rendah dibandingkan 37,78% pada tahun sebelumnya, tingkat tersebut masih menggambarkan posisi permodalan perusahaan yang kuat.

Adapun Net Interest Margin atau NIM berada di posisi 7,05%, turun dari 7,47% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

blu Perkuat Posisi di Pasar Bank Digital

Kinerja finansial tersebut berlangsung seiring dengan upaya blu memperluas penetrasinya di tengah persaingan layanan perbankan digital Indonesia.

Pada Agustus 2026, blu by BCA Digital telah mencatat sekitar 3,5 juta nasabah. Perusahaan juga terus memperluas pemanfaatan blu melalui berbagai kolaborasi dan integrasi ke dalam ekosistem gaya hidup untuk mendorong tidak hanya akuisisi pengguna baru, tetapi juga frekuensi transaksi nasabah.

BCA Digital sendiri merupakan anak perusahaan PT Bank Central Asia Tbk. BCA tercatat menguasai 99,99999% kepemilikan saham Bank Digital BCA, sementara sisanya dimiliki PT BCA Finance.

Sebagai produk utama BCA Digital, blu dikembangkan sebagai layanan mobile banking digital yang terhubung dengan ekosistem BCA. Layanannya mencakup tabungan digital, deposito, transaksi QRIS, kartu debit dan virtual card, investasi, hingga kemudahan tarik serta setor tunai melalui jaringan ATM BCA.

Memasuki semester II 2026, tantangan bagi BCA Digital bukan hanya mempertahankan momentum pertumbuhan jumlah nasabah, tetapi juga meningkatkan utilisasi produk, volume transaksi, penyaluran kredit, serta monetisasi ekosistem blu.

Dengan laba bersih yang tumbuh lebih dari 50%, DPK yang meningkat dua digit, dan kualitas kredit yang tetap terjaga, kinerja semester I 2026 menunjukkan bahwa blu by BCA Digital semakin bergerak dari fase ekspansi menuju penguatan bisnis yang lebih profitable dan berkelanjutan.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV