Kamis, 10 September 2026

Follow us:

infobrand

Krakatau Steel Lanjutkan Transformasi di Bawah Dirut Baru Willgo Zainar, Penjualan Baja Naik 30,6%

Krakatau Steel Lanjutkan Transformasi di Bawah Dirut Baru Willgo Zainar, Penjualan Baja Naik 30,6% Dok. Foto : Istimewa

INFOBRAND.ID – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memasuki babak baru dalam perjalanan transformasi perusahaan. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026, perseroan menetapkan jajaran kepengurusan baru dengan Willgo Zainar sebagai Direktur Utama Krakatau Steel.

Pergantian kepemimpinan tersebut berlangsung di tengah momentum pemulihan kinerja perseroan. Sepanjang semester I 2026, Krakatau Steel berhasil mencatatkan pertumbuhan volume penjualan baja sebesar 30,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif ini menjadi modal penting bagi manajemen baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi dan transformasi, sekaligus memperkuat kembali posisi Krakatau Steel sebagai salah satu perusahaan strategis dalam industri baja nasional.

Penjualan Krakatau Steel Tembus 614 Ribu Ton

Pada periode Januari hingga Juni 2026, volume penjualan baja Krakatau Steel tercatat mencapai 614,26 ribu ton. Peningkatan penjualan tersebut menunjukkan semakin aktifnya perseroan dalam memenuhi kebutuhan baja di pasar domestik.

Sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan, Krakatau Steel membukukan pendapatan sebesar US$622,7 juta atau sekitar Rp11,15 triliun sepanjang semester I 2026.

Perbaikan juga terlihat dari sisi profitabilitas operasional. Perseroan mencatatkan laba bruto sebesar US$67,9 juta, atau sekitar dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, setelah memperhitungkan berbagai pos operasional dan non-operasional, Krakatau Steel berhasil membukukan laba periode berjalan sebesar US$10,9 juta.

Capaian tersebut memperlihatkan adanya penguatan fundamental setelah perseroan menjalankan proses restrukturisasi dan transformasi bisnis dalam beberapa tahun terakhir.

Transformasi Krakatau Steel Berlanjut

Perbaikan kinerja Krakatau Steel tidak terlepas dari sejumlah langkah transformasi yang dilakukan perseroan.

Dukungan pendanaan modal kerja dari Danantara, misalnya, disebut menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga kelancaran pasokan bahan baku, meningkatkan utilisasi produksi, sekaligus memperbaiki efisiensi struktur pendanaan perusahaan.

Momentum tersebut kemudian dilanjutkan melalui pembentukan jajaran kepengurusan baru hasil RUPSLB pada 7 September 2026.

Willgo Zainar dipercaya menjadi Direktur Utama Krakatau Steel menggantikan Akbar Djohan. Sebelum dipercaya menduduki pucuk pimpinan perseroan, Willgo tercatat pernah menjadi Komisaris Independen Krakatau Steel.

Kehadiran kepemimpinan baru diharapkan mampu menjaga momentum perbaikan sekaligus membawa proses transformasi Krakatau Steel memasuki fase pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Fokusnya bukan hanya mempertahankan pertumbuhan penjualan, tetapi juga memperkuat fundamental perusahaan melalui peningkatan efisiensi, optimalisasi operasional, pengembangan bisnis, penguatan struktur keuangan, serta peningkatan daya saing.

Susunan Direksi Baru Krakatau Steel

Selain menetapkan Willgo Zainar sebagai Direktur Utama, RUPSLB juga menetapkan Thomas Christian sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Sementara itu, jajaran direksi lainnya terdiri dari Hernowo sebagai Direktur Komersial, Pengembangan Usaha dan Portofolio; Suryantoro Waluyo sebagai Direktur SDM; serta Sidik Darusulistyo sebagai Direktur Infrastruktur dan Operasi.

Untuk jajaran komisaris, Hendro Martowardojo dipercaya menjabat Komisaris Utama. Ia didampingi David Pajung dan Didik Hariyanto sebagai Komisaris Independen, serta Setia Diarta dan Adityo Haryo Bimo sebagai Komisaris.

Komposisi kepengurusan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kesinambungan transformasi sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan bisnis.

Kepemimpinan Baru Jadi Momentum Penguatan Krakatau Steel

Pergantian kepemimpinan Krakatau Steel terjadi pada momentum strategis. Perseroan tidak lagi hanya berhadapan dengan agenda pemulihan, tetapi juga tantangan untuk memastikan pertumbuhan dapat berlangsung secara konsisten.

Pertumbuhan penjualan sebesar 30,6%, kenaikan laba bruto, serta kembalinya perseroan mencatatkan laba menjadi fondasi awal bagi kepemimpinan baru untuk membawa Krakatau Steel menuju fase berikutnya.

Di sisi lain, industri baja memiliki posisi penting dalam rantai pembangunan nasional, mulai dari konstruksi, manufaktur, otomotif hingga berbagai proyek infrastruktur. Karena itu, kemampuan Krakatau Steel meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing akan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan transformasi perusahaan.

Dengan mengusung semangat KRAS Reborn, Krakatau Steel menegaskan komitmennya untuk membangun perusahaan yang lebih kuat dan berkelanjutan serta kembali memperkuat perannya dalam mendukung kebutuhan industri dan pembangunan nasional.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV