Kamis, 10 September 2026

Follow us:

infobrand

Indika Energy Perkuat Bisnis Mobilitas, Bentuk Kalista Mobilitas Indonesia Bermodal Rp60 Miliar

Indika Energy membentuk PT Kalista Mobilitas Indonesia bermodal Rp60 miliar untuk memperkuat bisnis mobilitas, kendaraan dan strategi diversifikasi berkelanjutan.

Indika Energy Perkuat Bisnis Mobilitas, Bentuk Kalista Mobilitas Indonesia Bermodal Rp60 Miliar Dok. Foto : Istimewa

INFOBRAND.ID – PT Indika Energy Tbk (INDY) kembali memperkuat langkah diversifikasi bisnisnya. Melalui dua anak perusahaan tidak langsung, perseroan mendirikan PT Kalista Mobilitas Indonesia (KMI) dengan modal ditempatkan senilai Rp60 miliar.

Pembentukan perusahaan baru tersebut semakin menegaskan arah Indika Energy dalam mengembangkan bisnis di luar sektor batu bara, khususnya pada ekosistem mobilitas dan transportasi berkelanjutan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan, KMI didirikan oleh PT Kalista Rotom Orbita (KRO) dan PT Kalista Nusa Armada (KNA) pada 8 September 2026 dan berkedudukan di Jakarta.

KMI akan menggarap sejumlah lini usaha yang berkaitan erat dengan ekosistem kendaraan, mulai dari penyewaan dan sewa guna usaha kendaraan bermotor, angkutan sewa, reparasi mobil, perdagangan eceran mobil bekas hingga aktivitas perdagangan unit karbon.

Langkah ini membuka ruang bagi Indika Energy untuk memperbesar kehadirannya pada bisnis mobilitas terintegrasi, sekaligus melanjutkan transformasi perusahaan menuju portofolio usaha yang semakin terdiversifikasi dan berkelanjutan.

Kalista Mobilitas Indonesia Miliki Modal Rp60 Miliar

Dalam struktur kepemilikan KMI, PT Kalista Rotom Orbita memegang 99% saham atau sebanyak 59.400 lembar saham dengan nilai sekitar Rp59,4 miliar.

Sementara PT Kalista Nusa Armada memiliki 1% saham, setara 600 lembar saham senilai Rp600 juta.

Dengan demikian, total modal ditempatkan pada perusahaan baru tersebut mencapai Rp60 miliar yang terbagi dalam 60.000 lembar saham.

KRO dan KNA sendiri merupakan perusahaan yang lebih dari 99% kepemilikannya secara tidak langsung berada di bawah Indika Energy.

Dengan pembentukan KMI, laporan keuangan perusahaan baru tersebut nantinya juga akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Indika Energy.

Corporate Secretary Indika Energy Adi Pramono menyampaikan bahwa pendirian KMI tidak menimbulkan dampak material terhadap operasional, kondisi keuangan, hukum maupun kelangsungan usaha perseroan.

Pembentukan perusahaan tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi Indika Energy dan upaya memastikan perusahaan semakin fokus menjalankan bisnis yang berkelanjutan.

KMI Garap Rental Kendaraan hingga Perdagangan Karbon

Ruang lingkup bisnis Kalista Mobilitas Indonesia terbilang cukup luas.

Berdasarkan kegiatan usaha yang didaftarkan, KMI dapat menjalankan penyewaan kendaraan bermotor, angkutan sewa, jasa reparasi kendaraan, perdagangan mobil bekas, kegiatan periklanan hingga perdagangan unit karbon atas nama sendiri.

Portofolio kegiatan tersebut menunjukkan bahwa KMI berpotensi dikembangkan tidak hanya sebagai perusahaan penyedia kendaraan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem layanan mobilitas yang lebih terintegrasi.

Model semacam ini menjadi semakin relevan seiring berkembangnya kebutuhan korporasi dan operator transportasi terhadap konsep mobility as a service, fleet management, pemeliharaan kendaraan, serta pemanfaatan kendaraan rendah emisi.

Bagi Indika Energy, pembentukan KMI juga dapat memperkuat ekosistem mobilitas yang sebelumnya telah dikembangkan melalui sejumlah lini usaha kendaraan listrik.

Indika Energy Serius Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis mobilitas bukan area baru bagi Indika Energy.

Melalui ALVA, KALISTA, dan INVI, perseroan telah membangun ekosistem kendaraan listrik yang mencakup kendaraan roda dua, bus listrik, kendaraan komersial, infrastruktur pengisian daya hingga layanan purna jual.

Dalam Laporan Keberlanjutan 2025, Indika Energy menyebut ALVA berfokus pada mobilitas kendaraan listrik roda dua, sementara KALISTA mengembangkan solusi armada listrik untuk operator. INVI melengkapi ekosistem dengan penyediaan kendaraan komersial, infrastruktur pengisian daya dan layanan purna jual.

KALISTA sendiri telah mengoperasikan armada bus listrik di sejumlah kota.

Hingga periode pelaporan 2025, sebanyak 60 bus listrik beroperasi di Medan dan 26 unit di Jakarta. Model bisnis tersebut memadukan kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya serta layanan operasional untuk mendukung adopsi kendaraan listrik oleh operator transportasi.

Lebih dari 95 kendaraan listrik KALISTA juga telah ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir periode pelaporan tersebut.

Dengan lahirnya Kalista Mobilitas Indonesia, ekosistem tersebut berpotensi memiliki ruang lebih luas untuk berkembang ke bisnis pengelolaan dan penyewaan armada.

Bidik Mobilitas Rendah Karbon

Pengembangan bisnis kendaraan listrik memiliki posisi penting dalam agenda keberlanjutan Indika Energy.

Perseroan memperkirakan armada bus listrik yang beroperasi penuh di Medan dan Jakarta dapat membantu mengurangi emisi sekitar 6,50 kiloton CO2 ekuivalen per tahun.

Sementara secara keseluruhan, berbagai inisiatif kendaraan listrik Indika Energy pada periode 2026–2030 diproyeksikan memberikan pengurangan emisi sekitar 42,50 kiloton CO2 ekuivalen.

Indika Energy juga mulai membawa elektrifikasi ke area industri dan pertambangan.

Melalui INVI, perusahaan telah menjalankan uji coba electric dump truck pada operasi Kideco untuk mengukur kelayakan teknis serta potensi efisiensi dan pengurangan emisi dibandingkan kendaraan diesel konvensional.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan mobilitas listrik Indika Energy tidak hanya menyasar kendaraan konsumen, tetapi mencakup transportasi publik, kendaraan komersial hingga kebutuhan industri.

Diversifikasi Bisnis Indika Energy Semakin Agresif

Pembentukan perusahaan mobilitas baru juga datang di tengah percepatan transformasi portofolio Indika Energy.

Pada Semester I 2026, perseroan mengalokasikan 99,1% dari total belanja modal US$83,1 juta kepada bisnis non-batu bara.

Kebijakan tersebut memperlihatkan besarnya fokus investasi perusahaan terhadap sumber pertumbuhan baru.

Indika Energy memang tengah membangun portofolio yang lebih luas mencakup sektor energi, logistik dan infrastruktur, mineral, green business hingga usaha digital.

Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy Azis Armand sebelumnya menegaskan bahwa alokasi lebih dari 99% belanja modal kepada sektor non-batu bara menunjukkan disiplin perusahaan membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi, tangguh, dan berkelanjutan.

Kinerja Indika Energy Ikut Menguat

Transformasi tersebut berjalan saat kinerja keuangan Indika Energy menunjukkan pertumbuhan.

Sepanjang Semester I 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$1,1469 miliar, naik 19,9% dibandingkan US$956,8 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adjusted EBITDA meningkat 43,8% menjadi US$139,1 juta, sedangkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat dari US$2,2 juta menjadi US$10,2 juta.

Laba kotor juga meningkat 36,5% menjadi US$181,2 juta, sedangkan laba usaha tumbuh 82,9% menjadi US$99 juta.

Penguatan kinerja tersebut memberikan fondasi tambahan bagi perusahaan untuk melanjutkan investasi pada bisnis-bisnis baru yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.

Kalista Mobilitas Jadi Bagian Transformasi INDY

Pembentukan Kalista Mobilitas Indonesia dapat dilihat sebagai kelanjutan dari strategi besar Indika Energy untuk mengurangi ketergantungan pada bisnis berbasis batu bara.

Dengan kegiatan usaha mulai dari rental kendaraan, angkutan, servis hingga perdagangan karbon, KMI berpeluang menjadi salah satu platform untuk memperluas monetisasi ekosistem mobilitas perusahaan.

Terlebih, Indika Energy telah memiliki sejumlah elemen penting dalam ekosistem kendaraan listrik melalui ALVA, KALISTA dan INVI.

Jika ketiga lini tersebut semakin terintegrasi dengan bisnis baru KMI, Indika Energy berpotensi membangun rantai bisnis mobilitas yang mencakup kendaraan, armada, pembiayaan atau penyewaan, infrastruktur pengisian daya, perawatan hingga layanan pendukung.

Bagi perseroan, pembentukan KMI bukan hanya penambahan anak usaha baru. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses transformasi INDY menjadi perusahaan investasi terdiversifikasi dengan porsi bisnis berkelanjutan yang semakin besar.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV