Elnusa Perluas Pasar di Luar Pertamina Group, Bidik Ekspansi hingga Aljazair dan India
Dok. Foto : Elnusa
INFOBRAND.ID– PT Elnusa Tbk (ELSA) semakin agresif memperluas sumber pertumbuhan bisnis dengan membidik pelanggan di luar ekosistem Pertamina Group. Strategi tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan memperkuat diversifikasi pendapatan sekaligus membuka peluang baru di pasar domestik maupun internasional.
Hingga Semester I 2026, sekitar 22% pendapatan Elnusa berasal dari pelanggan pihak ketiga atau non-afiliasi, sementara sekitar 78% masih berasal dari pelanggan terafiliasi. Kondisi tersebut membuka ruang besar bagi perseroan untuk memperluas basis pelanggan di luar grup.
Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah, menjelaskan bahwa peningkatan kontribusi pasar non-afiliasi menjadi salah satu bagian penting dari strategi diversifikasi bisnis perusahaan.
Langkah itu dijalankan dengan tetap mempertahankan posisi Elnusa di pasar domestik, sembari membangun penetrasi ke sejumlah pasar internasional secara bertahap.
Elnusa Bidik Aljazair, India hingga Asia Tenggara
Tidak hanya mengincar proyek di Indonesia, Elnusa juga melihat peluang pengembangan bisnis di luar negeri.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian perseroan antara lain Aljazair, India, serta kawasan Asia Tenggara. Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Elnusa untuk memperbesar pasar sekaligus meningkatkan kapabilitas perusahaan dalam bersaing di industri energi global.
Ekspansi pasar menjadi semakin strategis karena Elnusa selama ini memiliki berbagai kapabilitas jasa energi yang dapat dikembangkan untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas.
Selain memiliki kompetensi di sektor jasa hulu migas, perusahaan juga mengembangkan teknologi dan solusi seperti seismic dan geoscience, Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), layanan geospasial Pertapixel hingga Road Traffic Control (RTC). Kapabilitas tersebut diarahkan menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi pelanggan.
Bahkan, kompetensi seismic dan geoscience yang selama ini lekat dengan industri migas mulai dikembangkan untuk menjangkau sektor lain, termasuk pertambangan. Strategi tersebut menunjukkan upaya Elnusa memperluas pasar tidak hanya secara geografis, tetapi juga lintas industri.
Kinerja Elnusa Tumbuh, Laba Bersih Naik 29,2%
Strategi ekspansi tersebut dijalankan saat Elnusa membukukan pertumbuhan kinerja positif.
Sepanjang Semester I 2026, perusahaan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp7,58 triliun, meningkat 8,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan yang lebih tinggi tercatat dari sisi profitabilitas. EBITDA Elnusa mencapai Rp862 miliar, tumbuh 16,2%, sementara laba bersih meningkat 29,2% menjadi Rp435 miliar. Net Profit Margin perseroan juga tercatat sekitar 5,73%.
Pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan menjadi indikasi bahwa Elnusa tidak hanya mengejar peningkatan skala bisnis, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas pendapatan dan efektivitas pengelolaan biaya.
Dari sisi likuiditas, Elnusa membukukan arus kas aktivitas operasi sekitar Rp761 miliar, sementara posisi kas perusahaan mencapai Rp2,88 triliun pada akhir Juni 2026.
Kantongi Carry Forward Contract Rp18,8 Triliun
Prospek bisnis Elnusa juga didukung portofolio kontrak yang cukup kuat.
Hingga akhir Semester I 2026, perseroan mencatat carry forward contract sebesar Rp18,8 triliun. Nilai tersebut terdiri atas sekitar Rp9,5 triliun dari Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Rp2,3 triliun dari Jasa Penunjang Migas, serta Rp7 triliun dari Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi.
Sementara itu, kontrak baru yang diperoleh sepanjang enam bulan pertama 2026 tercatat sekitar Rp11,6 triliun. Dari jumlah tersebut, segmen distribusi dan logistik energi menjadi kontributor terbesar dengan sekitar Rp9 triliun.
Kekuatan portofolio kontrak tersebut memberikan visibilitas bisnis bagi perusahaan untuk mempertahankan aktivitas operasional sekaligus membuka ruang investasi dan ekspansi pada periode berikutnya.
Diversifikasi Jadi Strategi Pertumbuhan Elnusa
Upaya meningkatkan pelanggan non-afiliasi menjadi langkah strategis untuk membangun struktur pendapatan yang semakin beragam.
Dengan basis bisnis yang selama ini kuat di lingkungan Pertamina Group, tantangan berikutnya bagi Elnusa adalah membawa pengalaman, teknologi, serta kompetensi yang telah dibangun ke pasar yang lebih luas.
Strategi tersebut juga sejalan dengan arah perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkualitas melalui operational excellence, cost leadership, penguatan teknologi dan inovasi, serta optimalisasi solusi terintegrasi.
Di sisi lain, pengembangan pasar non-afiliasi dapat memberikan sumber pertumbuhan tambahan sekaligus mengurangi konsentrasi pendapatan terhadap kelompok pelanggan tertentu.
Jika strategi penetrasi pasar domestik dan internasional berjalan optimal, kontribusi pelanggan pihak ketiga yang saat ini berada di kisaran 22% berpotensi semakin besar dalam struktur bisnis Elnusa.
Langkah tersebut menempatkan diversifikasi bukan sekadar sebagai strategi memperluas pelanggan, tetapi juga sebagai bagian penting dari transformasi Elnusa menjadi perusahaan jasa energi terintegrasi dengan jangkauan pasar yang semakin luas.

