Bata Perkuat Strategi Industri Alas Kaki Hadapi Perubahan Gaya Hidup Konsumen
Industri alas kaki beradaptasi dengan gaya hidup konsumen, Bata perkuat produk dan produksi lokal di Indonesia.
CEO Bata Group, Panos Mytaros
INFOBRAND.ID, Jakarta – Perubahan gaya hidup konsumen mendorong industri alas kaki untuk menyesuaikan strategi bisnis secara lebih cepat dan adaptif. Kebutuhan akan produk yang fungsional, nyaman, serta relevan dengan aktivitas sehari-hari kini menjadi pertimbangan utama dalam memilih sepatu.
Merespons dinamika tersebut, Bata memperkuat fokus bisnisnya di Indonesia melalui pengembangan produk dan percepatan pertumbuhan. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi global perusahaan dalam menjawab perubahan pasar yang semakin dinamis.
CEO Bata Group, Panos Mytaros, menyampaikan bahwa perubahan preferensi konsumen menjadi faktor utama yang mendorong penyesuaian strategi perusahaan. Menurutnya, konsumen saat ini tidak hanya mencari sepatu kasual, tetapi juga mempertimbangkan aspek kenyamanan dan kesesuaian dengan gaya hidup modern.
“Gaya hidup konsumen berubah. Mereka tidak hanya mencari sepatu yang kasual, tetapi juga nyaman dan relevan dengan aktivitas sehari-hari. Ini yang menjadi fokus kami saat ini,” ujarnya, Senin (13/4).
Melalui strategi global bertajuk “Reignite”, Bata menempatkan produk sebagai inti transformasi bisnis. Perusahaan berupaya menghadirkan sepatu dengan konsep sporty casual yang menggabungkan fungsi, kenyamanan, dan desain yang mengikuti tren pasar.
“Yang kami perkuat bukan hanya kualitas, tetapi relevansi produk. Sepatu harus sesuai dengan gaya hidup konsumen saat ini,” jelas Panos.
Selain fokus pada inovasi produk, Bata juga menegaskan bahwa aspek keterjangkauan tetap menjadi prioritas. Perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kualitas dan harga agar produknya tetap dapat diakses oleh berbagai segmen masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun daerah.
“Kami ingin sepatu yang berkualitas baik tetap bisa diakses oleh banyak orang. Itu yang kami sebut sebagai ‘unreasonably good,’ kualitas baik dengan harga yang tetap masuk akal,” katanya.
Dengan pengalaman hampir satu abad di Indonesia, Bata memandang pasar domestik sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan. Perusahaan menargetkan ekspansi yang lebih agresif melalui penguatan jaringan distribusi, pengembangan toko, serta optimalisasi kanal digital.
“Indonesia adalah pasar yang sangat penting. Kami ingin tumbuh kembali dan memperluas jangkauan ke lebih banyak konsumen,” ujar Panos.
Selain sebagai pasar, Indonesia juga memiliki peran strategis sebagai basis produksi. Saat ini, sekitar 50% produk Bata di Indonesia telah diproduksi secara lokal melalui mitra manufaktur. Perusahaan berencana meningkatkan porsi produksi dalam negeri sebagai bagian dari upaya memperkuat efisiensi dan daya saing.
Ke depan, Indonesia juga diproyeksikan menjadi salah satu pusat produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar global Bata.
Dalam hal distribusi, Bata menerapkan strategi omnichannel dengan mengintegrasikan toko fisik dan kanal digital. Toko fisik tetap berperan penting dalam memberikan pengalaman langsung kepada konsumen, sementara platform digital digunakan untuk memperluas jangkauan pasar.
“Kami tidak melihat digital menggantikan toko fisik. Keduanya saling melengkapi,” ujarnya.
Perusahaan juga mengakui adanya ikatan emosional yang kuat antara merek Bata dan masyarakat Indonesia. Namun demikian, relevansi produk dinilai sebagai faktor utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis.
“Nostalgia adalah kekuatan, tetapi relevansi adalah masa depan. Kami harus memastikan keduanya berjalan seimbang,” tambah Panos.
Dengan strategi yang berfokus pada penguatan produk, ekspansi pasar, serta optimalisasi produksi lokal, Bata menargetkan percepatan pertumbuhan bisnis di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
“Indonesia adalah pasar yang besar dan memiliki potensi luar biasa. Kami sangat optimistis terhadap masa depan,” tutup Panos.


