Kamis, 10 September 2026

Follow us:

infobrand

Anak Usaha PTBA Raih Apresiasi EBTKE 2026, Inovasi PLTS Landfill Tekan Emisi 82,86 Ton

Anak usaha PTBA, HBAP, meraih Apresiasi EBTKE 2026 berkat inovasi PLTS Landfill yang membantu menekan emisi karbon 82,86 ton dan meningkatkan efisiensi energi.

Anak Usaha PTBA Raih Apresiasi EBTKE 2026, Inovasi PLTS Landfill Tekan Emisi 82,86 Ton Dok. Foto : Istimewa

INFOBRAND.ID, JAKARTA – Komitmen PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dalam mendorong transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan kembali memperoleh pengakuan. Anak usahanya, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP), berhasil meraih Juara 3 Apresiasi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

HBAP mendapatkan penghargaan pada Kategori Off-Grid, Sub-Kategori Power berkat inovasi penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Landfill berkapasitas 44,88 kWp di area pengelolaan limbah Fly Ash and Bottom Ash (FABA) Ash Yard PLTU Sumsel 8.

Beroperasi dengan sistem hybrid off-grid, PLTS tersebut memungkinkan pemanfaatan energi matahari untuk menunjang kebutuhan listrik operasional secara lebih mandiri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi konvensional.

Prestasi ini menjadi salah satu wujud implementasi strategi keberlanjutan PTBA Group, khususnya dalam mengintegrasikan pemanfaatan energi bersih pada aktivitas operasional perusahaan.

PLTS Landfill Jadi Inovasi Energi Bersih HBAP

Berbeda dengan instalasi PLTS konvensional, inovasi HBAP ditempatkan di kawasan pengelolaan FABA PLTU Sumsel 8.

Pemanfaatan area tersebut menciptakan fungsi tambahan bagi kawasan operasional dengan menghadirkan pembangkit listrik berbasis energi surya yang dapat mendukung aktivitas di lokasi secara independen.

Penghargaan Apresiasi EBTKE 2026 diterima oleh Operation & Technical Director HBAP, Zheng GuoXiong, mewakili manajemen perusahaan.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menilai penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap upaya PTBA Group memasukkan energi bersih ke dalam rantai operasional perusahaan.

Menurut perusahaan, penerapan PLTS hybrid off-grid menunjukkan bahwa transformasi menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan dapat dilakukan langsung pada level operasional, sekaligus menghasilkan manfaat berupa penurunan emisi serta efisiensi penggunaan energi.

Tekan Emisi Karbon hingga 82,86 Ton

Manfaat penerapan energi surya HBAP tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan listrik operasional.

PLTS Landfill yang dipadukan dengan PLTS HBAP #1 berkapasitas 162,25 kWp tercatat telah membantu menekan emisi karbon sekitar 82,86 ton.

Besaran tersebut diperkirakan setara dengan kemampuan penyerapan karbon lebih dari 3.300 pohon. Pengoperasian pembangkit surya tersebut juga memberikan manfaat efisiensi biaya energi hingga puluhan juta rupiah per tahun.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa investasi dalam energi terbarukan tidak hanya memberikan dampak lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dari sisi operasional perusahaan.

Bagi perusahaan di sektor energi, kombinasi antara pengurangan emisi dan efisiensi menjadi faktor semakin penting di tengah meningkatnya tuntutan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

HBAP Targetkan Kapasitas PLTS hingga 2–3 MWp

Pengembangan energi surya HBAP juga tidak berhenti pada kapasitas yang telah beroperasi saat ini.

Direktur Utama HBAP Chen Xingyu menyebut perusahaan berencana terus memperbesar pemanfaatan energi hijau di kawasan operasionalnya.

Ke depan, HBAP menargetkan pengembangan kapasitas energi surya hingga mencapai sekitar 2–3 MWp di area operasional perusahaan.

Rencana ekspansi tersebut membuat penghargaan EBTKE 2026 bukan sekadar pencapaian atas program yang telah berjalan, tetapi juga menjadi pijakan untuk memperbesar kontribusi energi terbarukan dalam kegiatan perusahaan.

HBAP juga berencana memperluas pemanfaatan FABA dengan pendekatan ekonomi sirkular. Material hasil pembakaran batu bara tersebut diarahkan agar dapat dimanfaatkan kembali dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Perkuat Strategi Transisi Energi PTBA

Pengembangan PLTS oleh HBAP sejalan dengan semakin kuatnya agenda transisi energi nasional.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus mendorong peningkatan pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Pada 2026, pemerintah menetapkan target porsi EBT dalam bauran energi primer pada kisaran 17%–21%.

Sebelumnya, bauran EBT nasional pada 2025 tercatat mencapai 15,75%, dengan total kapasitas pembangkit EBT mencapai sekitar 15.630 MW.

Dalam konteks tersebut, penerapan PLTS di kawasan operasional HBAP menunjukkan bagaimana pelaku industri berbasis energi konvensional mulai mengintegrasikan sumber energi terbarukan dalam aktivitas bisnisnya.

Langkah ini menjadi penting bagi PTBA yang tengah membangun transformasi jangka panjang. Sebagai perusahaan yang bisnis utamanya masih berkaitan erat dengan pertambangan batu bara, pengembangan proyek energi bersih menjadi salah satu jalan untuk membangun portofolio bisnis yang lebih berkelanjutan.

Penghargaan Jadi Validasi Transformasi Berkelanjutan

Keberhasilan HBAP meraih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 menjadi validasi atas inovasi yang menghasilkan dampak terukur.

Tidak hanya menghadirkan sumber listrik alternatif, PLTS Landfill memberikan tiga nilai sekaligus: efisiensi operasional, pengurangan emisi karbon, dan penguatan implementasi energi terbarukan di lingkungan perusahaan.

Pencapaian tersebut juga memperlihatkan bahwa transisi energi dapat dimulai melalui inovasi-inovasi yang terintegrasi langsung dengan kebutuhan operasional.

Dengan rencana peningkatan kapasitas PLTS hingga 2–3 MWp dan perluasan pemanfaatan FABA berbasis ekonomi sirkular, HBAP berpeluang memperkuat perannya sebagai salah satu motor implementasi agenda keberlanjutan di lingkungan PTBA Group.

Bagi PTBA, langkah tersebut bukan hanya memperkuat reputasi perusahaan dalam agenda ESG, tetapi juga menunjukkan transformasi menuju perusahaan energi yang semakin adaptif terhadap perubahan lanskap industri dan tuntutan keberlanjutan.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV