Universitas Mercu Buana-Universiti Malaysia Terengganu Gagas Pengembangan Gang Hijau di Meruya Selatan
Universitas Mercu Buana (UMB)/Istimewa
INFOBRAND.ID, JAKARTA - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana (UMB) bersama Universiti Malaysia Terengganu (UMT) menggagas pengembangan program Gang Hijau sebagai model kehidupan perkotaan berkelanjutan di Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional bertajuk Sustainable Urban Living through “Gang Hijau”: A Management and Marketing Perspective.
Di tengah semakin padatnya
kawasan perkotaan dan meningkatnya tantangan lingkungan, keberadaan ruang hidup
yang sehat, produktif, dan berkelanjutan menjadi kebutuhan yang semakin
penting. Melalui program ini, kedua perguruan tinggi berupaya mendorong
pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan melalui
pendekatan manajemen, pemasaran, dan partisipasi komunitas.
Kegiatan diawali dengan pelatihan dan konsultasi yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Kembangan, Kelurahan Meruya Selatan, pengurus PKK, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana, Dr. Nurul Hidayah, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi lingkungan berbasis masyarakat.

“Program Gang Hijau diharapkan
menjadi contoh nyata bagaimana lingkungan permukiman dapat berkembang menjadi
ruang hidup yang nyaman, produktif, dan berkelanjutan melalui sinergi ilmu
pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi internasional,” ujarnya saat membuka
kegiatan.
Sementara itu, Camat Kembangan,
Joko Suparno, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dilakukan Universitas
Mercu Buana dan Universiti Malaysia Terengganu dalam mendukung program
penghijauan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat
bagi masyarakat dan sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan
lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” terang Joko
Suparno.
Kolaborasi internasional dalam
kegiatan ini diperkuat dengan kehadiran akademisi Universiti Malaysia
Terengganu, Dr. Zikri, yang menyampaikan materi Gang Hijau: Dari Ruang Terbiar
ke Aset Komuniti Bandar. Dalam paparannya, dia menjelaskan bahwa ruang-ruang
yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diubah menjadi aset komunitas yang
memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi.
“Ruang-ruang kecil di kawasan
perkotaan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi aset komunitas yang
mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat jika dikelola secara
bersama-sama,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, para akademisi Universitas Mercu Buana juga memberikan materi dari berbagai perspektif. Dr. Ririn Wulandari misalnya, dia membahas pentingnya place branding melalui materi “Place Branding: Gang Hijau as a Regional Brand in South Meruya Village”. Menurutnya, identitas kawasan yang kuat dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat sekaligus memperkuat citra lingkungan.
Materi lainnya disampaikan oleh Dr. Devy Mawarnie Puspitasari mengenai literasi keuangan berkelanjutan dan pembiayaan sirkular untuk mendukung revitalisasi kawasan permukiman. Dr. Adi Nurmahdi membahas strategi green marketing dalam mendorong urban farming rumah tangga sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Sementara itu, Dr. Dewi Murtiningsih memberikan pelatihan mengenai pertanian berkelanjutan dan Dr. Aslam Mei Nur Widagdo mengulas pentingnya penguatan budaya hijau (green culture) sebagai fondasi keberlanjutan lingkungan perkotaan.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan dan konsultasi, kegiatan dilanjutkan dengan aksi lapangan di Gang Rajawali, Meruya Selatan. Implementasi program meliputi pemasangan identitas kawasan Gang Hijau sebagai bagian dari penguatan citra lingkungan, pembagian dua tanaman produktif berupa cabai dan terong kepada setiap rumah tangga, serta penyerahan komposter sampah organik untuk mendukung pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan.
Melalui program ini, masyarakat
tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pendampingan, tetapi juga fasilitas yang
dapat langsung dimanfaatkan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan
produktif.
Kegiatan Pengabdian kepada
Masyarakat internasional ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara
perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pencapaian
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs),
khususnya pada aspek kota dan permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi
yang bertanggung jawab, serta aksi terhadap perubahan iklim.


