Indo Intertex & Inatex 2026 Resmi Dibuka, Dorong Penguatan Industri Tekstil Nasional
Indo Intertex – Inatex 2026 resmi dibuka, dorong penguatan industri tekstil nasional dan peluang kolaborasi bisnis global.
Suasana pembukaan Indo Intertex – Inatex 2026 yang menghadirkan pelaku industri tekstil nasional dan internasional.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Pameran Indo Intertex & Inatex 2026 resmi dibuka dan kembali menegaskan perannya sebagai pameran tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara. Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja, Ketua Umum Komunitas Digital Printing Indonesia Usman Batu Bara, delegasi AFTEX, serta sejumlah tamu VIP lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum API menyoroti bahwa tahun 2026 diawali dengan kondisi global yang masih dinamis, ditandai oleh ketegangan geopolitik, disrupsi perdagangan, serta perubahan dalam rantai pasok. Kondisi tersebut mendorong industri tekstil dan produk tekstil (TPT) untuk meningkatkan efisiensi, kemampuan adaptasi, dan visi jangka panjang. Di tengah tantangan tersebut, sektor TPT disebut tetap memiliki daya tahan yang kuat serta berperan sebagai sektor strategis yang menyerap jutaan tenaga kerja, menopang industrialisasi nasional, dan menghubungkan rantai nilai dari hulu hingga hilir.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa kinerja industri TPT nasional masih terjaga. Sepanjang tahun 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 3,55% (YoY), dengan nilai ekspor mencapai USD 12,08 miliar dan surplus sebesar USD 3,45 miliar. Data tersebut menunjukkan bahwa industri tekstil nasional masih memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian. Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan Indo Intertex – Inatex 2026 dinilai relevan sebagai momentum untuk memperkuat sektor industri TPT nasional.
Lebih lanjut, pameran Indo Intertex – Inatex 2026 tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran produk, tetapi juga sebagai platform business matching yang mempertemukan pelaku usaha dari dalam dan luar negeri. Melalui pertemuan tersebut, pelaku industri memiliki peluang untuk menjalin kemitraan strategis serta membuka akses investasi yang lebih luas. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan daya saing industri tekstil Indonesia di tingkat global.
Indo Intertex – Inatex 2026 menghadirkan berbagai inovasi terkini di sepanjang rantai nilai industri tekstil. Inovasi tersebut mencakup penggunaan mesin berkelanjutan, produk ramah lingkungan, teknologi daur ulang, efisiensi energi, serta solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mendukung transformasi digital industri. Selain itu, pameran ini juga dilengkapi dengan berbagai program pendukung seperti seminar perkembangan industri tekstil, workshop bisnis, serta aktivitas interaktif dari para exhibitor dan mitra.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Indo Intertex – Inatex 2026 diikuti oleh 428 perusahaan industri TPT. Dari jumlah tersebut, partisipasi industri dalam negeri mencapai 65%, sementara keikutsertaan industri permesinan TPT dalam negeri tercatat sebesar 60%. Data ini menunjukkan keterlibatan aktif pelaku industri nasional dalam mendukung pertumbuhan sektor tekstil.
Melalui penyelenggaraan Indo Intertex – Inatex 2026, diharapkan dapat mendorong kolaborasi yang lebih erat antar pelaku industri serta memperkuat posisi Indonesia dalam industri tekstil global. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam satu platform juga memberikan ruang bagi pertukaran informasi, teknologi, dan peluang kerja sama yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.


