COCO Akuisisi Momogi untuk Perluas Bisnis FMCG
COCO akuisisi Momogi untuk memperluas bisnis FMCG dan memperkuat penetrasi pasar Indonesia serta Vietnam.
Win&Co Group mengakuisisi Momogi untuk memperkuat ekspansi bisnis FMCG di pasar regional Asia Tenggara.
INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Wahana Interfood Nusantara Tbk atau Win&Co Group (COCO) mengakuisisi PT Sari Murni Abadi, produsen makanan ringan yang dikenal melalui merek Momogi. Langkah ini dilakukan melalui penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) dengan Metaside Global Holding Pte Ltd pada Rabu (6/5).
Dalam transaksi tersebut, Win&Co Group akan mengambil alih hingga 99,99 persen saham Momogi Group setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi. Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas bisnis food and ingredients sekaligus memperkuat penetrasi pasar regional, khususnya di Indonesia dan Vietnam.
Direktur Utama Wahana Interfood Group, Sugianto Soenario, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan perusahaan dan memperluas ekspansi di sektor makanan serta ingredients.
“Kami melihat adanya potensi sinergi yang besar dari sisi pengembangan produk, distribusi, hingga perluasan pasar. Melalui transaksi ini, Win&Co Group juga akan memperluas bisnis Perseroan menjadi food and ingredients dengan akses ke dua pasar dengan pertumbuhan konsumsi tercepat di Asia Tenggara, yaitu Indonesia dan Vietnam,” ujar Sugianto dalam keterangannya.
Manajemen COCO menyampaikan integrasi kedua perusahaan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan melalui optimalisasi jaringan distribusi dan perluasan akses pasar regional. Selain itu, perseroan juga menargetkan efisiensi operasional melalui konsolidasi pengadaan bahan baku, optimalisasi kapasitas produksi, serta integrasi rantai pasok dan proses produksi.
“Integrasi sistem, organisasi, dan proses bisnis diharapkan dapat mendukung skalabilitas usaha dan pertumbuhan jangka panjang,” tulis manajemen COCO.
PT Sari Murni Abadi dikenal sebagai produsen makanan ringan nasional dengan sejumlah merek seperti Momogi, Migi-Migi, Yale-Yale, dan Criscito. Perusahaan yang berbasis di Bogor tersebut berdiri sejak 1998 dan telah memperluas distribusi produknya ke berbagai negara.
Momogi Group juga tercatat meraih Brand Champions 2026, Top Innovation Choice Award 2025, dan segudang prestasi lainnya. Di tingkat regional, perusahaan memperkuat ekspansi melalui integrasi dengan Bibica Corporation di Vietnam pada sektor makanan ringan dan konfeksioneri.
Saat ini, Momogi Group memiliki dua fasilitas manufaktur di Jawa Timur dan Jawa Barat, serta dua fasilitas produksi di Vietnam melalui Bibica Corporation. Dengan kombinasi bisnis tersebut, entitas gabungan disebut memiliki akses pasar ke lebih dari 270 juta konsumen di Indonesia dan sekitar 100 juta konsumen di Vietnam.
COCO menilai akuisisi Momogi membuka peluang sinergi dari sisi portofolio produk, distribusi, dan akses pasar internasional di sejumlah negara berkembang di Asia, Timur Tengah, dan Afrika.
Berdasarkan data Statista, pasar makanan ringan di Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sekitar 6 hingga 8 persen hingga 2030. Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan kelas menengah, urbanisasi, dan konsumsi makanan praktis di kawasan tersebut.
Direktur Momogi Group, Servin Njoo, menyebut kolaborasi dengan Win&Co Group diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan bisnis kedua perusahaan.
“Kami melihat kolaborasi dengan Win&Co Group sebagai peluang untuk menciptakan nilai tambah melalui sinergi portofolio dan kapabilitas yang saling melengkapi. Dengan bergabungnya kekuatan brand dan jaringan masing-masing pihak, kami optimistis dapat mendorong pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan ke depan,” ujarnya.
Akuisisi Momogi juga menjadi bagian dari transformasi bisnis Win&Co Group dari perusahaan berbasis kakao dan cokelat premium menjadi grup consumer business di sektor food and ingredients serta fast moving consumer goods (FMCG).
Sebelumnya, perseroan menyampaikan tengah memperluas diversifikasi usaha ke produk non-cokelat seperti makanan ringan, biskuit, wafer, dan konfeksioneri. Strategi tersebut dilakukan melalui ekspansi anorganik dan penguatan portofolio bisnis.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya menyoroti rencana rights issue jilid III COCO yang akan menerbitkan hingga 10,7 miliar saham baru atau setara 75 persen dari modal ditempatkan dan disetor.
Manajemen COCO menyatakan dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung kebutuhan strategis perusahaan, termasuk membuka peluang akuisisi secara selektif.
“Penguatan ekuitas diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Perseroan dalam menangkap peluang pasar dan memperluas portofolio bisnis,” tulis manajemen COCO dalam surat kepada Bursa, Rabu (6/5).
Pada 2025, Win&Co Group membukukan pendapatan neto sebesar Rp165,08 miliar. Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan lebih dari 50 persen pada 2026 yang ditopang ekspansi distribusi, penguatan segmen business-to-business (B2B), dan optimalisasi kapasitas produksi.


