Bambang Subagio Ho dan Prinsip Melihat Solusi di Setiap Masalah
Bambang Subagio Ho membagikan prinsip melihat solusi di setiap masalah melalui perjalanan hidup dan bisnis dalam bukunya.
Ir. Bambang Subagio Ho dalam buku A Journey from Adversity to Grace.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Perjalanan bisnis tidak selalu berjalan mulus. Tantangan, tekanan, hingga kegagalan menjadi bagian yang kerap dihadapi para pelaku usaha. Bagi Ir. Bambang Subagio Ho, CEO & Founder BWM Group Property, menghadapi masalah merupakan bagian dari proses yang tidak dapat dihindari dalam membangun bisnis.
Pandangan tersebut turut menjadi salah satu benang merah yang diangkat dalam buku biografinya, A Journey from Adversity to Grace: Perjalanan dari Ujian Menjadi Berkat, yang diluncurkan di Jakarta, Senin (11/5). Buku tersebut memuat perjalanan hidup Bambang sejak menghadapi keterbatasan ekonomi, merantau ke Jakarta, hingga membangun usaha di sektor properti.
Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa Bambang memulai perjalanan bisnis dari bawah. Setelah kehilangan ayah saat masih duduk di bangku SMP, ia menghadapi perubahan kondisi keluarga yang mendorongnya untuk tumbuh lebih cepat dan mengambil tanggung jawab lebih besar. Situasi tersebut membentuk cara pandangnya terhadap tantangan serta pentingnya terus melangkah di tengah keterbatasan.
Keputusan merantau ke Jakarta pada 1990 menjadi salah satu titik awal perjalanan bisnisnya. Dengan latar belakang pendidikan teknik sipil dan pengalaman kerja di lapangan, ia memulai usaha kontraktor dari skala kecil hingga kemudian mengembangkan Bangun Wahana Mandiri (BWM) sebagai perusahaan yang bergerak di sektor properti.
Dalam menjalankan bisnis, Bambang mengaku memegang prinsip bahwa setiap persoalan selalu memiliki jalan keluar. Menurutnya, tantangan tidak seharusnya membuat seseorang berhenti, tetapi menjadi dorongan untuk mencari solusi.
“Karena bagaimanapun, kita dalam hidup atau dalam bisnis itu pasti selalu ada masalah. Jadi daripada kita terpuruk hanya memikirkan masalahnya, lebih baik kita berpikir gimana mencari solusinya,” ujarnya langsung kepada INFOBRAND.
Ia mengatakan bahwa terlalu lama terfokus pada masalah tidak akan membantu menyelesaikan keadaan. Sebaliknya, perhatian perlu diarahkan pada upaya mencari jalan keluar agar bisnis tetap dapat berjalan dan berkembang.
“Kalau kita hanya sekedar berpikir masalah, tidak akan menyelesaikan masalah itu sendiri. Tapi kalau kita bisa memikirkan solusinya itu dampaknya pasti berbeda,” katanya.
Prinsip tersebut juga tercermin dalam isi buku A Journey from Adversity to Grace, yang menggambarkan pengalaman Bambang menghadapi berbagai tantangan usaha. Dalam salah satu bagian buku, ia menjelaskan bahwa masalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup maupun bisnis, sehingga fokus perlu diarahkan pada pencarian solusi dan penentuan prioritas.
Selain membagikan pengalaman bisnis, Bambang mengatakan bahwa alasan utama dirinya menerbitkan buku tersebut adalah untuk berbagi pengalaman hidup kepada masyarakat luas, khususnya terkait proses jatuh bangun yang pernah dihadapinya.
“Tentunya saya ingin perjalanan hidup saya, bagaimana saya jatuh bangun mulai dari nol sampai sekarang ini bisa menginspirasi banyak orang,” ujarnya.
Menurut Bambang, kegagalan dan persoalan hidup merupakan bagian dari proses menuju pencapaian. Ia menilai pengalaman menghadapi tantangan dapat menjadi pembelajaran penting bagi seseorang untuk berkembang.
“Bahwa setiap kegagalan dan setiap masalah itu kita bisa. Kalau kita bisa hadapin kita pasti bisa sukses di kemudian hari,” katanya.
Kepada generasi muda, Bambang juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjalani proses dalam membangun karier maupun usaha. Ia menilai kesuksesan tidak dapat dicapai secara instan dan membutuhkan ketahanan dalam menghadapi tantangan.
“Sebetulnya untuk mencapai kesuksesan itu tidak ada jalan pintas. Jadi harus ada jalan, proses yang harus dilalui. Baik itu kesalahan, kegagalan, itu semua harus dilalui dulu untuk mencapai kesuksesan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan dalam perjalanan mencapai tujuan.
“Jadi saya harapkan anak muda sekarang jangan mudah menyerah ya,” tutupnya.


