Rabu, 01 April 2026

Follow us:

infobrand

Merger MORA dan MyRepublic Disetujui, Arsjad Rasjid Masuk

Merger MORA dan MyRepublic disetujui pemegang saham, memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui sinergi jaringan dan operasional.

Merger MORA dan MyRepublic Disetujui, Arsjad Rasjid Masuk Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa MORA

INFOBRAND.ID, Jakarta – Pemegang saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menyetujui rencana penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik, yang merupakan bagian dari Grup Sinar Mas. Persetujuan tersebut diperoleh melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada Kamis, 26 Maret 2026. Tanggal efektif penggabungan atau legal day one dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026.

Merger MORA dan MyRepublic ini merupakan langkah strategis kedua perusahaan dalam mendukung percepatan serta pemerataan ekosistem digital di Indonesia. Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan anggaran dasar, termasuk pergantian nama perusahaan menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk.

Selain perubahan nama, struktur pengendali perusahaan turut mengalami penyesuaian dari sebelumnya dipegang oleh PT Candrakarya Multikreasi menjadi PT Innovate Mas Utama. Perubahan ini merupakan bagian dari konsekuensi penggabungan kedua entitas.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1 - 2026

Pemegang saham juga menyetujui susunan baru dewan komisaris dan direksi yang akan efektif setelah penggabungan mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum.

Susunan Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama & Komisaris Independen: Arsjad Rasjid
  • Komisaris: Marlo Budiman
  • Komisaris: Handhianto S. Kentjono

Susunan Direksi:

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 2 -2026
  • Direktur Utama: Timotius M. Sulaiman
  • Direktur: Yopie Widjaja
  • Direktur: Hendra Gunawan
  • Direktur: Edward Sanusi
  • Direktur: Iman Syahrizal
  • Direktur: Melanie Maharani
  • Direktur: Edward Anwar
  • Direktur: Jimmy Kadir
  • Direktur: Genta Andhika Putra
  • Direktur: Michael C. McPhail
  • Direktur: Resi Y. Bramani

Timotius M. Sulaiman menyatakan bahwa persetujuan pemegang saham menjadi tahapan penting dalam proses realisasi penggabungan. “Kami optimis sinergi ini akan memperkuat kapasitas perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan serta mendorong percepatan dan pemerataan pengembangan ekosistem digital di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (27/3/2026).

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3 - 2026

Ia menambahkan bahwa penggabungan ini ditujukan untuk menciptakan sinergi finansial dan operasional yang berkelanjutan melalui efisiensi biaya operasional dan belanja modal, serta optimalisasi kapasitas jaringan dari backbone hingga last mile.

Sementara itu, Arsjad Rasjid yang akan menjabat sebagai Komisaris Utama dan Independen menyampaikan bahwa penggabungan ini menjadi fase penting dalam penguatan tata kelola perusahaan. “Dewan Komisaris akan menjalankan fungsi pengawasan secara disiplin untuk memastikan proses integrasi berjalan dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas, sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi usaha dan penciptaan nilai jangka panjang. Dengan fondasi tersebut, perusahaan diharapkan dapat berperan lebih signifikan dalam mendorong pemerataan ekosistem digital serta memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Secara operasional, merger MORA dan MyRepublic menggabungkan kekuatan jaringan kedua perusahaan. Moratelindo merupakan penyedia akses jaringan dan layanan internet yang telah beroperasi sejak 2000, dengan jaringan fiber optic backbone yang luas. Hingga September 2025, perusahaan ini memiliki lebih dari 57 ribu kilometer kabel serat optik, enam data center dengan kapasitas 3,3 megawatt, serta melayani lebih dari 16,8 ribu pelanggan enterprise dan ratusan ribu pelanggan ritel.

Di sisi lain, MyRepublic Indonesia, anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, merupakan penyedia layanan fiber to the home (FTTH) dengan cakupan luas. Per September 2025, perusahaan ini melayani lebih dari 1,52 juta pelanggan ritel dengan kecepatan internet hingga 1 Gbps, serta memiliki jaringan serat optik sepanjang 58 ribu kilometer dan lebih dari 8,7 juta homepass.

Melalui merger MORA dan MyRepublic, kedua entitas diharapkan dapat mengintegrasikan infrastruktur dan layanan untuk memperkuat posisi di industri telekomunikasi nasional serta mendukung pengembangan ekosistem digital Indonesia.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV