ParagonCorp Dorong Perempuan Hadapi Self-Doubt Lewat Women’s Space
ParagonCorp hadirkan Women’s Space untuk bantu perempuan hadapi self-doubt dan kembangkan kepemimpinan di momen Hari Kartini.
Talk show ParagonCorp menghadirkan tokoh perempuan untuk membahas self-doubt dan pengembangan diri.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, ParagonCorp menghadirkan talk show bertajuk “Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming” sebagai ruang refleksi bagi perempuan. Kegiatan yang berlangsung di Wisma Habibie & Ainun ini dirancang tidak hanya sebagai perayaan simbolik, tetapi juga sebagai forum diskusi terbuka mengenai perjalanan, keraguan, dan kekuatan perempuan dari berbagai latar belakang.
Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh dari beragam profesi, seperti diplomat, atlet, publik figur, hingga profesional kesehatan. Mereka membagikan pengalaman pribadi terkait perjalanan menghadapi rasa ragu terhadap diri sendiri atau self-doubt, yang kerap muncul dalam berbagai fase kehidupan dan karier.
Diskusi dalam talk show ini menunjukkan bahwa keraguan terhadap diri sendiri merupakan pengalaman yang umum dialami perempuan. Pertanyaan seperti apakah sudah cukup baik atau masih memiliki ruang untuk berkembang menjadi tema yang sering muncul. dr. Sari Chairunnisa menyampaikan bahwa kondisi ini juga tercermin dalam data, di mana banyak perempuan memiliki keinginan besar untuk berkembang, namun belum selalu diiringi dengan tingkat kepercayaan diri yang memadai.
Dalam diskusi tersebut, disampaikan pula bahwa self-doubt tidak selalu menjadi hambatan. Sebaliknya, keraguan dapat menjadi titik awal bagi proses pembelajaran dan pertumbuhan. Retno Marsudi menegaskan bahwa pertanyaan dalam diri justru dapat menjadi pemicu untuk terus maju dan meningkatkan kapasitas diri.
Sementara itu, Susy Susanti berbagi pengalaman berkarier di lingkungan yang didominasi laki-laki. Ia menekankan pentingnya ketangguhan dan konsistensi dalam membuka peluang, baik untuk diri sendiri maupun perempuan lain. Di sisi lain, Nikita Willy mengungkapkan tantangan sebagai figur publik yang sering berada di bawah sorotan dan ekspektasi. Ia menyoroti pentingnya menjaga kejujuran terhadap diri sendiri agar tetap stabil dalam menghadapi tekanan eksternal.
Nadia Habibie turut menambahkan perspektif mengenai privilege. Ia menyampaikan bahwa kesempatan yang dimiliki seseorang juga membawa tanggung jawab untuk memberikan dampak yang lebih luas kepada lingkungan sekitar.
Selain membahas pengalaman individu, diskusi ini juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan atau support system dalam proses pertumbuhan perempuan. Tidak semua individu memiliki akses terhadap lingkungan yang mendukung, sehingga kebutuhan akan ruang yang aman untuk belajar dan berkembang menjadi semakin relevan.
Menjawab kebutuhan tersebut, ParagonCorp menghadirkan Women’s Space sebagai inisiatif yang bertujuan menyediakan wadah bagi perempuan untuk saling belajar dan menguatkan. Sejak diluncurkan pada 2023, program ini telah menjangkau lebih dari 10.000 perempuan di berbagai kota di Indonesia, dengan lebih dari 1.000 peserta aktif dalam komunitasnya.
Women’s Space tidak hanya berfungsi sebagai komunitas berbagi, tetapi juga berkembang menjadi ekosistem pengembangan kepemimpinan perempuan. Program mentorship yang dijalankan mencakup empat pilar utama, yaitu Leading Self, Leading Systems, Leading Enterprise, dan Leading Narratives. Pendampingan dilakukan oleh mentor dari berbagai industri, dengan fokus pada pengembangan kapasitas personal dan profesional peserta.
Melalui inisiatif ini, ParagonCorp mendorong terciptanya ruang yang memungkinkan perempuan untuk mengembangkan potensi sekaligus memperluas dampak yang dihasilkan. Program ini dirancang untuk mendukung perempuan agar dapat berkontribusi tidak hanya pada tingkat individu, tetapi juga dalam lingkup keluarga, komunitas, dan lingkungan kerja.
Talk show ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan perspektif yang lebih kontekstual terhadap peringatan Hari Kartini. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa kekuatan perempuan tidak terlepas dari proses menghadapi keraguan, serta kemampuan untuk terus berkembang dalam berbagai situasi.


