MAKA, Induk dari Toko Kopi Tuku, Raih Gold Infini-T Awards 2026 Lewat Transformasi HR Berkelanjutan
MAKA raih Gold Infini-T Awards 2026 berkat transformasi HR berkelanjutan berbasis digital, inklusif, dan ramah lingkungan.
Toko Kopi Tuku Karawaci.
INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Makna Angan Karya Andanu (MAKA), perusahaan yang menaungi berbagai brand F&B seperti Toodz House, Toko Kopi Tuku, Beragam, Futago, SUKA, toho Cafe, PT Pangan Adil Sehat, Sop Sapi Minarwati, dan SORE, meraih Gold Award dalam ajang People Matters Infini-T Awards Southeast Asia 2026. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan perusahaan dalam menjalankan transformasi HR berkelanjutan melalui inovasi, teknologi, dan praktik yang terintegrasi.
Ajang yang berlangsung di Marina Bay Sands, Singapura, tersebut menempatkan MAKA sebagai pemenang pada kategori Integration of Sustainability Practices in HR Transformation, mengungguli sejumlah perusahaan dari kawasan Asia Tenggara. Penghargaan ini menilai organisasi berdasarkan inovasi, dampak, pengalaman pengguna, keterlibatan pemangku kepentingan, serta pembelajaran dari berbagai tantangan.
Sejak berdiri pada 2017, MAKA mengembangkan pendekatan kerja yang menekankan tanggung jawab terhadap manusia dan lingkungan. Seiring pertumbuhan bisnis, perusahaan melakukan penyesuaian proses internal agar lebih inklusif, berkelanjutan, dan konsisten dalam implementasinya.
Dalam tiga tahun terakhir, MAKA menjalankan berbagai inisiatif untuk memperkuat sistem HR. Salah satunya melalui digitalisasi proses kerja, termasuk penerapan e-contract, e-payslip, dan alur kerja berbasis digital. Langkah ini memungkinkan pengurangan penggunaan kertas lebih dari 60 persen sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan menekan dampak lingkungan.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan praktik rekrutmen yang lebih inklusif dengan membuka peluang kerja bagi Teman Tuli serta kelompok disabilitas lainnya. Pendekatan ini tidak hanya berhenti pada tahap perekrutan, tetapi juga mencakup penyesuaian lingkungan kerja dan pelatihan agar setiap karyawan dapat berkembang secara optimal.
Program kesejahteraan karyawan turut menjadi fokus dalam transformasi HR berkelanjutan yang dijalankan MAKA. Perusahaan menghadirkan dukungan kesehatan mental, kebijakan kerja fleksibel, serta berbagai inisiatif yang mendukung keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Upaya tersebut diikuti dengan peningkatan partisipasi serta kepuasan karyawan.
Di sisi lain, MAKA juga memperluas kontribusi sosial melalui sejumlah program berbasis komunitas. Inisiatif tersebut mencakup pengembangan petani muda, pembangunan kebun kopi percontohan di Desa Kenawat, Kabupaten Aceh Tengah, hingga pelatihan barista inklusif. Program-program ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekosistem yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Untuk memastikan seluruh inisiatif berjalan terukur, perusahaan membentuk departemen khusus yang menangani strategi ESG (Environmental, Social, and Governance). Melalui program lingkungan seperti Bersemi, MAKA mulai mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkular dan upaya pengurangan emisi dalam operasional sehari-hari.
“Kami sangat bersyukur menerima penghargaan ini. Bagi kami, ini bukan sekadar pencapaian, tetapi refleksi dari perjalanan belajar kami dalam tumbuh secara bertanggung jawab,” ujar Amelia Dessita, VP of Human Resource & General Affairs MAKA, yang menerima penghargaan tersebut di Singapura pada 27 Maret 2026.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa transformasi menuju perusahaan yang berkelanjutan merupakan proses jangka panjang. “Masih banyak yang perlu kami perbaiki. Namun kami bangga dengan langkah-langkah kecil yang kami lakukan secara konsisten, dan kami berterima kasih kepada seluruh tim MAKA serta komunitas yang menjadi bagian dari perjalanan ini,” tutupnya.
Dengan jumlah karyawan lebih dari 1.500 orang dan kehadiran di berbagai kota di Indonesia serta Belanda, MAKA terus mengembangkan transformasi HR berkelanjutan sebagai bagian dari strategi bisnisnya. Upaya ini dilakukan sejalan dengan penguatan praktik kerja yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan.


