Rabu, 01 April 2026

Follow us:

infobrand

Kao Indonesia Dorong Gaya Hidup Bersih melalui Kolaborasi Pengelolaan Sampah

Kao Indonesia mendorong gaya hidup bersih melalui kolaborasi pengelolaan sampah, program ESG, dan inovasi teknologi untuk mendukung ekonomi sirkular.

Kao Indonesia Dorong Gaya Hidup Bersih melalui Kolaborasi Pengelolaan Sampah Inisiatif Kao Indonesia mendorong gaya hidup bersih melalui program pengelolaan sampah dan kolaborasi teknologi.

INFOBRAND.ID, Jakarta – Pengelolaan sampah di Indonesia menjadi tantangan jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Upaya ini tidak hanya berkaitan dengan sistem pengelolaan, tetapi juga menyangkut perubahan cara masyarakat memproduksi, mengonsumsi, serta menjaga lingkungan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan produsen dinilai penting untuk mewujudkan gaya hidup bersih yang berkelanjutan.

Di sisi lain, pola konsumsi masyarakat Indonesia juga mengalami perubahan. Riset NielsenIQ (NIQ) Indonesia pada 2025 menunjukkan adanya peningkatan perhatian konsumen terhadap aspek kesejahteraan (wellness), termasuk kesehatan emosional dan mental. Konsumen juga semakin membutuhkan panduan yang tepercaya serta informasi yang transparan dalam memilih produk.

Data tersebut menunjukkan bahwa 69% konsumen di Indonesia kini lebih memperhatikan aspek emosional dan mental dibandingkan lima tahun sebelumnya. Perubahan ini mencerminkan bahwa konsumen semakin selektif dan mempertimbangkan berbagai aspek ketika memilih produk atau merek. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga menunjukkan komitmen keberlanjutan yang jelas dan transparan dalam proses produksi.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1 - 2026

Perubahan preferensi konsumen yang semakin mengarah pada keberlanjutan menjadikan praktik sustainability sebagai bagian penting dalam strategi bisnis. Dalam konteks ini, kepemimpinan keberlanjutan tidak hanya diukur dari skala bisnis, tetapi juga dari kesediaan pelaku usaha untuk mengambil langkah nyata yang bertanggung jawab dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Di Indonesia, perkembangan pola konsumsi yang cepat menempatkan pemimpin bisnis pada posisi strategis dalam membentuk kebiasaan konsumsi yang lebih ramah lingkungan. Peran tersebut berkaitan dengan upaya melindungi konsumen sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sejalan dengan pendekatan tersebut, Kao Indonesia mengembangkan berbagai program yang berfokus pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Program-program ini dirancang untuk menghubungkan kebutuhan rumah tangga, komunitas, produsen, dan mitra profesional pengelolaan sampah secara terintegrasi.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 2 -2026

Langkah tersebut juga sejalan dengan implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen. Regulasi ini mendorong produsen untuk melakukan pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah kemasan dengan target pengurangan sebesar 30% pada tahun 2029.

Komitmen ESG Kao Indonesia didasarkan pada filosofi Kirei Lifestyle, yaitu pendekatan yang menekankan keseimbangan antara manusia dan lingkungan. Konsep ini menjadi dasar dalam pengembangan inovasi produk yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, keberlanjutan dipandang sebagai praktik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Konsumen juga dilibatkan sebagai bagian dari proses menuju target zero waste melalui kebiasaan konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3 - 2026

Salah satu implementasi yang dilakukan adalah kolaborasi digital waste take-back bersama Rekosistem, mitra pengelolaan sampah berbasis teknologi clean and climate-tech. Program ini diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada 21 Februari 2026.

Platform Rekosistem mengintegrasikan layanan pengumpulan kemasan produk dari konsumen dengan sistem pelacakan dan pelaporan yang transparan. Melalui katalog merek yang tersedia di aplikasi, konsumen dapat memilah kemasan habis pakai produk Kao dan menyetorkannya ke Waste Station terdekat.

Program digital waste take-back tersebut dirancang untuk membantu perusahaan memenuhi kewajiban regulasi sekaligus mengajak konsumen berpartisipasi dalam pengelolaan kemasan melalui sistem rantai pasok yang terintegrasi.

Selain itu, Kao Indonesia juga menjalankan sejumlah inisiatif pengelolaan sampah lainnya. Melalui program Extended Producer Responsibility (EPR), perusahaan telah mengumpulkan dan mengelola lebih dari 200 ton sampah kemasan sejenis.

Program lain yang dijalankan antara lain Merries Senyumkan Lingkungan yang mengelola popok menjadi bahan bakar alternatif, Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) Bijak Sampah, Kao BERGERAK (Kao Berdayakan Gerakan Masyarakat), serta platform edukasi kaolifeacademy.com.

Berbagai inisiatif tersebut menggabungkan pendekatan edukasi dan pemanfaatan teknologi untuk mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir. Program-program tersebut juga melibatkan keluarga serta pemangku kepentingan lokal dalam pengembangan solusi ekonomi sirkular.

Dalam aspek energi, Kao Indonesia juga meluncurkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pabrik Karawang dengan kapasitas total 6,53 Mega Watt peak pada 2025. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung penggunaan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon dalam rantai bisnis.

Upaya mewujudkan gaya hidup bersih dan lingkungan yang lebih berkelanjutan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, pemimpin pemikiran, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi di Indonesia.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV