Rabu, 01 April 2026

Follow us:

infobrand

Future of Brand Team: Skill Boleh Berubah, Nilai Tetap Menentukan

Future of Brand Team: Skill Boleh Berubah, Nilai Tetap Menentukan Tri Raharjo, CEO TRAS N CO Indonesia & Ketua Umum Asosiasi Brand Indonesia (ABI)

Ketika AI masuk ke dunia branding, perhatian banyak orang langsung tertuju pada teknologi dan tools. Padahal perubahan terbesar justru terjadi pada manusia. Bukan hanya cara mereka bekerja yang berubah, tetapi juga struktur tim, pembagian peran, dan keterampilan yang dibutuhkan oleh brand di masa depan.

Kalau di masa lalu, satu tim fokus membuat konten, tim lain mengelola iklan, dan tim lainnya menangani komunikasi. Peran-peran itu berjalan relatif terpisah. Kini semuanya saling terhubung dan dipercepat oleh AI.

Satu orang dapat mengerjakan tugas yang sebelumnya membutuhkan tiga atau empat orang, selama memiliki kapabilitas yang tepat. Perubahan ini kerap disalahartikan sebagai pengurangan peran manusia. Seolah-olah AI hadir untuk menggantikan, yang sesungguhnya terjadi bukan penghilangan, melainkan pergeseran peran.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1 - 2026

Di masa depan, brand akan membutuhkan lebih banyak talenta dengan kombinasi kompetensi yang berbeda. Brand strategist yang mampu membaca data sekaligus memahami makna. Brand yang menjaga konsistensi suara dan nilai di tengah banjir konten. Marketer yang AI-literate, yang tahu cara memimpin mesin, bukan dikendalikan, serta penjaga etika yang memastikan pemanfaatan teknologi tetap selaras dengan kepercayaan publik.

Dengan kata lain, skill teknis bisa dipelajari dan tools akan terus berganti. Tetapi nilai tidak boleh ikut berubah. Brand bukan hanya soal kemampuan, melainkan karakter. Tim brand yang hebat bukanlah yang paling canggih teknologinya, melainkan yang paling jelas prinsipnya.

Saat ini banyak organisasi (perusahaan) tergoda untuk berinvestasi besar pada teknologi, tetapi kurang memberi perhatian pada pengembangan manusia. Pelatihan tools berjalan, tetapi pembinaan cara berpikir strategis, etika, dan sense of brand sering kali tertinggal.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 2 -2026

Padahal di era AI, kepemimpinan brand justru menjadi semakin penting. Pasalnya, masa depan branding Indonesia sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusianya. Organisasi membutuhkan tim yang bukan hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga reflektif dalam mengambil keputusan. Bukan hanya cepat belajar, tetapi juga bijak menentukan arah.

AI akan terus berkembang. Skill yang relevan hari ini bisa menjadi usang esok hari. Namun brand yang dibangun di atas nilai yang kuat akan tetap memiliki relevansi, apa pun teknologi yang digunakan. Karena pada akhirnya, brand tidak dibentuk oleh algoritma. Brand dibentuk oleh manusia dengan nilai, keputusan, dan tanggung jawabnya. Selama nilai tetap menjadi kompas, perubahan teknologi bukanlah ancaman, melainkan kesempatan untuk naik kelas.

Tri Raharjo, 
CEO TRAS N CO Indonesia & Ketua Umum Asosiasi Brand Indonesia (ABI)


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV