Rabu, 01 April 2026

Follow us:

infobrand

Brand Trust di Tengah Deepfake & Misinformasi, Kepercayaan Aset Milik Brand Paling Mahal

Brand Trust di Tengah Deepfake & Misinformasi, Kepercayaan Aset Milik Brand Paling Mahal Tri Raharjo, CEO TRAS N CO Indonesia & Ketua Umum Asosiasi Brand Indonesia (ABI)

Saat ini, kita hidup di era dimana segala sesuatu dapat terlihat sangat meyakinkan, meski belum tentu benar. Video dapat dimanipulasi dengan begitu halus, suara bisa ditiru nyaris tanpa cela, wajah dapat dipalsukan seolah autentik. Teknologi deepfake dan AI generatif membuat batas antara fakta dan fiksi semakin tipis, bahkan bagi mata yang terlatih sekalipun.

Di tengah kemajuan ini, yang paling terancam bukan hanya individu, tetapi juga kepercayaan terhadap brand. Reputasi yang dibangun bertahun-tahun bisa runtuh hanya oleh satu konten palsu yang tersebar luas dan dipercaya publik sebelum sempat diverifikasi.

Kalau pada zaman dahulu kala, kepercayaan dibangun melalui kualitas produk dan konsistensi layanan. Selama produk baik dan pelayanan terjaga, loyalitas tumbuh secara alami. Namun hari ini, itu belum cukup. Brand dituntut untuk menjaga keaslian dan kebenaran di tengah banjir konten palsu serta informasi yang menyesatkan. 

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1 - 2026

Tantangannya bukan lagi sekadar memenuhi ekspektasi, tetapi memastikan bahwa setiap pesan benar-benar berasal dari sumber yang sah. Ya, konsumen kini mulai bertanya dengan nada yang lebih kritis mempertanyakan apakah ini benar dari brand-nya? Apakah konten ini asli? Atau hanya manipulasi AI? 

Pertanyaan-pertanyaan ini muncul bukan karena mereka semakin sinis, tetapi karena lingkungan informasi memang semakin kompleks, dan ketika keraguan mulai muncul, trust pun perlahan akan terkikis.

Apalagi, banyak brand belum sepenuhnya siap menghadapi realitas baru ini. Fokus sering kali masih tertuju pada kreativitas visual dan kecepatan produksi konten. Sementara itu, pembangunan trust signal, atau tanda-tanda yang meyakinkan publik bahwa informasi tersebut resmi, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan, belum menjadi prioritas utama. 

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 2 -2026

Di era AI, diam bukanlah pilihan, untuk itu brand harus aktif menjaga kredibilitasnya, bukan hanya berharap publik akan mempercayai begitu saja. Kepercayaan hari ini tidak lagi dibangun hanya melalui pesan, tetapi juga melalui sistem. Sistem verifikasi yang jelas, transparansi dalam komunikasi, serta konsistensi dalam setiap kanal. 

Konsumen perlu mengetahui mana akun resmi, siapa yang berbicara atas nama brand, dan bagaimana brand bertanggung jawab atas setiap informasi yang beredar. Tanpa sistem yang kuat, pesan yang baik pun mudah diragukan.

Deepfake dan misinformasi bukan sekadar ancaman reputasi, melainkan ujian kepemimpinan brand. Ketika hoaks atau manipulasi terjadi, publik tidak hanya menilai seberapa cepat klarifikasi diberikan, tetapi juga seberapa tegas sikap yang diambil dan seberapa jujur komunikasi yang disampaikan. Respons yang ragu-ragu justru bisa memperbesar krisis.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3 - 2026

Trust tidak pernah dibangun secara instan namun lahir dari kebiasaan Panjang. AI mungkin mampu mempercepat proses komunikasi dan distribusi informasi, tetapi kepercayaan tetap dibangun secara perlahan, melalui rekam jejak yang konsisten.

Situasi ini menjadi tantangan kolektif bagi brand-brand Indonesia. Mereka perlu menaikkan standar etika komunikasi, bukan justru menurunkannya demi mengejar viralitas. Karena ketika brand terjebak dalam pusaran misinformasi, biaya untuk memulihkan reputasi jauh lebih besar dibandingkan investasi untuk mencegahnya sejak awal.

Ke depan, brand yang kuat adalah brand yang transparan dalam komunikasi, tegas melawan hoaks, jelas membedakan mana konten resmi dan mana yang bukan, serta berani mengedepankan kebenaran meski tidak selalu populer. Sikap inilah yang akan membedakan brand yang sekadar hadir di pasar dengan brand yang benar-benar dipercaya.

Dengan kata lain, teknologi akan terus berkembang dan bahkan semakin canggih. Namun satu hal tidak berubah, yaitu kepercayaan tetap menjadi fondasi hubungan jangka panjang. Tanpa kepercayaan, seluruh strategi komunikasi dan inovasi teknologi akan kehilangan makna.

Konsumen mungkin masih memaafkan kesalahan teknis, masih memahami gangguan sistem atau keterlambatan layanan. Tetapi mereka jarang memaafkan kebohongan, terlebih jika dilakukan dengan sengaja atau dianggap menyesatkan.

Tri Raharjo, 

CEO TRAS N CO Indonesia & Ketua Umum Asosiasi Brand Indonesia (ABI)


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV